Salah satu misi Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) adalah menjadi kampus yang bereputasi international, untuk mencapai impian tersebut tentu banyak aspek yang perlu di tingkatkan oleh UMY sendiri sebagai kampus dengan  julukan kampus muda mendunia. Salah satunya yaitu meningkatkan kualitas pengajar dengan mendorong mereka untuk memiliki karya tulis berupa penelitian tingkat dunia.

Demikian disampaikan oleh Prof. Dr. Achmad Nurmandi, M.Sc. selaku Wakil Rektor Bidang Kerja Sama dan Internasional UMY saat dihubungi pada hari Kamis (3/1). Beliau juga menyampaikan jurnal yang terindeks international merupakan output yang penting untuk meningkatkan reputasi. “Output penelitian yang paling penting adalah publikasi di jurnal bereputasi internasional dan hak kekayaan intelektual serta hak paten jurnal. Contohnya seperti pada SCOPUS dan Web of Science sebagai pangkalan data pustaka publikasi internasional,” ungkapnya.

Oleh karena itu pada tahun 2018 UMY berhasil melakukan lompatan yang berarti dengan menembus angka 90 untuk paper yang berhasil dipublikasi di jurnal bereputasi internasional pada SCOPUS yang menggunakan pengukuran Scimago Journal Rank (SJR). Selain itu juga pada pangkalan jurnal internasional yang dikelola oleh perusahaan informasi Thomson Reuters yaitu Web of Science.

“Jika dibandingkan dengan tahun lalu (2017) 90 jurnal merupakan sebuah peningkatan yang berarti. Oleh karenanya UMY berhasil meningkatkan persentase publikasi jurnal internasional sebanyak 52,5 persen,” ungkap Prof. Nurmandi lagi.

Prof. Nurmandi mengatakan jurnal-jurnal tersebut didominasi oleh dosen dari bidang Engineering sebanyak 25%, Material Science sebanyak 20%, Medicine dan Business sebanyak 15%, Management and Accounting sebanyak 10%, Computer Science 10%, terakhir Ilmu Sosial dan Ilmu-ilmu dasar sebanyak 15%. Tidak mudah bagi dosen-dosen tersebut untuk menghasilkan karya tingkat internasional, dikarenakan untuk bisa terindeks Scopus dan Web of Science jurnal-jurnal tersebut harus memenuhi beberapa syarat yang diterapkan oleh Kemenristekdikti.

Sesuai dengan Permen-PAN-RB Nomor 17 Tahun 2013, untuk menjadi jurnal internasional bereputasi, jurnal harus bisa terindeks di Scopus, Web Of Science dan atau pangkalan jurnal international lainya. Kemudian keberkalaan jurnal yang continue (tidak terputus), terhindar dari publication ethics (plagiarism), jurnal telah melalui proses pemeriksaan atau penelitian suatu karya atau ide pengarang ilmiah oleh pakar lain di bidang tersebut (peer-reviewed), juga multicultural pada tiap editor, reviewer, writer, yang jika memungkinkan berasal dari 5 benua (Amerika, Australia, Asia Eropa, Afrika).

Untuk memenuhi hal tersebut, dalam menulis paper jurnal dosen-dosen UMY melakukan penelitian kerjasama dengan perguruan tinggi terkemuka dari luar negeri antara lain, Korea University, University Kebangsaan Malaysia, Mahidol University, University of Bradford, national university of Ireland Galway, dan University of Adelaide. Prestasi UMY di tahun 2018 ini tidak hanya dari segi peningkatan jumlah jurnal yang terindeks secara internasional. UMY juga berhasil meraih penghargaan di bidang lingkungan baik melalui Indonesia Green Award maupun penghargaan bidang lingkungan terbaru yakni UI Green Metric World University Rangking dengan menempati posisi 11 nasional. Selain itu pada Juli 2018 UMY juga berhasil meraih penghargaan SINTA Award yang diberikan oleh Kemenristekdikti atas kemampuan UMY dan salah satu dosen UMY dalam menghasilkan riset ilmiah yang cukup banyak.