Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) kembali meraih akreditasi “A” pada tahun 2017, setelah dilakukannya visitasi pada 11 hingga 12 Desember 2017 oleh Tim Assessor Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN PT). Tak hanya itu, akreditasi A yang diraih oleh UMY ini juga mengalami peningkatan skor yang signifikan, yakni naik menjadi 369 berdasarkan Sistem Akreditasi Perguruan Tinggi Online (SAPTO) yang juga pertama kalinya diikuti oleh UMY. Informasi perolehan skor akreditasi A tersebut didapatkan UMY melalui situs resmi SAPTO BAN PT.

Rektor UMY, Dr. Ir. Gunawan Budiyanto, saat diwawancarai di ruangannya pada Kamis (4/1). menyampaikan bahwa, pada tahun 2012 UMY memperoleh nilai Akreditasi Institusi Perguruan Tinggi (AIPT) “A” dengan skor 363 dengan menggunakan sistem akreditasi Borang Offline. “Kemudian pada tahun 2017 ini UMY mengikuti sistem akreditasi online atau SAPTO, yang menuntut untuk lebih serius dalam pengelolaan perguruan tinggi,” ujarnya.

Sistem SAPTO sendiri mulai diberlakukan pada pertengahan tahun 2017 yang dianggap lebih kompetitif dikarenakan dalam proses penilaiannya, sebuah perguruan tinggi diharuskan untuk melalui empat tahap, yakni desk evaluation, validator pertama, visitasi, validator kedua, barulah kemudian masuk ke rapat akhir BAN PT. “Inilah yang membedakan antara sistem akreditasi melalui Borang Offline dangan SAPTO. Jika melalui sistem borang offline, penilaian hanya terdiri atas dua tahap, yakni penilaian dari desk evaluation dan visitasi. Karena itulah mengapa jika melalui sistem SAPTO ini, borang online tidak bisa hanya disusun ala kadarnya untuk memenuhi syarat divisit. Tapi harus betul-betul membuat dan menyiapkannya semaksimal mungkin. Karena biasanya nilai awal desk evaluation punya pengaruh yang begitu besar terhadap proses visitasi dan nilai akhir dari validator sebelum akhirnya masuk ke rapat akhir BAN PT,” jelas Gunawan lagi.

Gunawan kembali memaparkan bahwa borang akreditasi online yang disiapkan oleh UMY tersebut memakan waktu hingga 1,5 tahun. Akan tetapi, peningkatan-peningkatan kualitas program studi, penelitian dan kerjasama aktif dengan lembaga internasional telah dilakukan oleh UMY sejak lima tahun terakhir.

“Pertama, dalam lima tahun terakhir ini UMY berhasil meningkatkan program studi sarjana sebesar 45,50 persen, yang ditandai dengan bertambahnya 10 Prodi yang terakreditasi A. Dari jumlah keseluruhan 23 Prodi S1, 16 diantaranya 70 persen telah terakreditasi A pada tahun 2017. Keberhasilan ini juga didukung dengan tidak adanya Prodi yang terakreditasi C. Peningkatan serupa juga terjadi di program studi Pascasarjana. Dari 9 Prodi Pascasarjana, yakni 7 program master dan 2 program doktor, dua diantaranya juga telah terakreditasi A, yakni Program Magister Ilmu Pemerintahan (MIP) dan Program Doktor Politik Islam,” paparnya.

Kemudian yang kedua, imbuh Gunawan lagi, dalam kurun waktu tiga tahun terakhir, rata-rata dana penelitian yang diperoleh dan digunakan UMY adalah sebesar 21,67 miliar. Selain itu, karya ilmiah dalam bentuk publikasi artikel yang terindeks Scopus juga terus meningkat setiap tahunnya. Tercatat dari tahun 2014 hingga 2016, jumlah publikasi dalam jurnal internasional bereputasi dan terindeks Scopus mengalami kenaikan hingga 87,93 persen. “Dan ketiga, kerjasama aktif dengan lembaga luar negeri mencapai 94 kerjasama atau mengalami peningkatan sebesar 79,79 persen dari tahun 2013 hingga 2016. Prestasi terbaru lainnya, UMY berhasil masuk ke dalam jaringan program ERASMUS+ dari Uni Eropa yang memfasilitasi peningkatan mutu dan kegiatan akademik bagi dosen dan mahasiswa,” imbuhnya. (sakinah)